Menentukan rujukan pasien yang tepat seringkali merupakan proses yang kompleks dan memakan waktu. Tenaga medis—seperti dokter dan perawat—harus secara manual mengevaluasi berbagai variabel yang saling bersinggungan, mulai dari kondisi klinis pasien, batasan status asuransi, hingga preferensi pribadi pasien. Tidak adanya alat analisis terpusat yang mampu memproses kriteria kompleks ini secara otomatis membuat proses rujukan rentan terhadap subjektivitas dan inefisiensi waktu.